Ciptakan Kayu dari Daun, SMKN 3 Denpasar Masuk 25 Besar Nasional

SMKN 3 Denpasar berhasil menembus 25 terbaik dalam ajang Toyota Eco Youth ke-10 tahun 2016. Prestasi membanggakan ini diperoleh setelah dua siswanya berhasil mengolah limbah dari daun kering sebagai alternatif bahan pengganti kayu. Kedua siswa yang berhasil menciptakan karya kreatif ramah lingkungan tersebut adalah Ni Komang Triandewi dan Ida Ayu Dianggreni. Untuk bisa tembus sebagai 25 fi nalis, mereka bersaing dengan 2.500 proposal dari SMA/ SMK se-Indonesia yang turut ambil bagian dalam kompetisi yang mengusung tema Ecosociopreneur itu. Setelah proposal proyeknya lolos 25 terbaik, hasil karya kedua siswa ini dinilai oleh tim juri pada Rabu (26/10) di sekolah setempat. Kehadiran tim juri disambut langsung oleh Kepala SMKN 3 Denpasar, Drs. AA Bagus Wijaya Putra,M.Pd didampingi segenap Wakasek. Acara penilaian ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Drs.I Wayan Suparta, M.Pd, dan Direktur Korporasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI), I Made Dana Tangkas. Dalam presentasinya, Ni Komang Triandewi dan Ida Ayu Dianggreni memaparkan, dalam pembuatan bahan alternatif pengganti kayu ini mereka memanfaatkan limbah daun kering yang dicampur dengan lem resin dan hardener. Pertama, mereka mengumpulkan daun kering dari lingkungan sekolah dan sekitar rumah. Tahap kedua, daun yang sudah dicacah diayak kembali supaya labih halus untuk kemudian dicampur dengan lem resin dan lem hardener. Setelah itu, dituangkan pada cetakan yang sudah dipersiapkan. “Tahap ketiga, setelah 24 jam, angkat perlahan daun kering yang sudah mengeras dari cetakan,” ujar Triandewi bersama Dianggreni. Mereka pun menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui daun kering memiliki sifat-sifat terbuat dari bahan organik, keras, tidak dapat ditekuk (kaku), tidak tergores ketika digores, tidak pecah ketika terkena benturan atau dibanting, dan ringan. Kepala SMKN 3 Denpasar, AA Bagus Wijaya Putra, sangat mengapresiasi karya kreatif dari anak didiknya itu. Ia mengatakan, pihak sekolah selama ini selalu mendukung kreativitas para siswanya, terlebih dalam kegiatan entrepreneur (kewirausahaan) termasuk dalam bentuk kewirausahaan berbasis sosial dan lingkungan atau ecosocipreneur. “Menjadi anak SMK, minat adalah yang utama. Dengan minat yang tinggi, anak-anak kita pasti bisa kreatif dan produktif sebagai modal seorang wirausaha,” katanya. Wakil Gubernur I Ketut Sudikerta dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan kompetisi ecosociopreneur ini dapat membangkitkan jiwa wirausaha pada diri anak muda agar mampu berdaya saing dalam menghadapi dunia global. Diharapkannya melalui momentum kegiatan ini menjadikan para siswa SMKN 3 Denpasar lebih berprestasi serta membangun kemandirian dan membangun lingkungan. Sementara itu, Kabid Dikmen Disdikpora Denpasar, Wayan Suparta, mengatakan, kegiatan ini memotivasi generasi muda mengeksplorasi potensi diri untuk berprestasi. Pihaknya menyambut baik prestasi yang dicapai SMKN 3 Denpasar. “Semoga dengan event semacam ini mendorong generasi muda untuk terus berkarya. Tak hanya SMK 3, kami harapkan tahun depan lebih banyak sekolah di Bali khususnya di Denpasar berlomba mengikuti kegiatan ini,” harapnya. Direktur Korporasi TMMI, Dana Tangkas, menerangkan, di tahun penyelenggaraan yang ke-10, Toyota Eco Youth mengusung tema Ecosociopreneur, yaitu penetapan pola pikir ramah lingkungan. Ditekankan, hal ini penting dalam menghadapi permasalahan lingkungan secara berkelanjutan yang dapat diaplikasikan sejak dini untuk dijadikan kegiatan bisnis di masa depan. “Dari 25 fi nalis, nanti yang meraih Juara I akan dikirim ke Jepang,” imbuhnya
Other Photo(s) :
Log in or register to post comments

Fatal error: Class CToolsCssCache contains 1 abstract method and must therefore be declared abstract or implement the remaining methods (DrupalCacheInterface::__construct) in /home/smkn3d33/public_html/sites/all/modules/ctools/includes/css-cache.inc on line 52