Deklarasi Bali Sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif merupakan layanan sekolah reguler yang bisa menampung anak normal maupun anak berkebutuhan khusus (ABK). Sebagai wujud komitmen dalam melaksanakan pendidikan inklusif di Provinsi Bali, Senin (17/11) kemarin bertempat di SMK Negeri 3 Denpasar, dilaksanakan Deklarasi Provinsi Bali sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif.

Deklarasi ini dilakukan langsung Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, Prof. Achmad Jazidie, dan Wakil Gubernur Bali, Drs. I Ketut Sudikerta, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, SH, MM.  Hadir pula Ketua Komisi IV DPRD Bali DPRD Bali, Walikota Denapsar, Bupati Klungkung, Kepala Disdikpora kabupaten/kota se-Bali.

Kepala Disdikpora Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, dalam sambutannya melaporkan deklarasi Provinsi Bali sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif dilakukan setelah sebelumnya melalui tahapan persiapan dan tahapan sosialisasi. “Persiapan yang dilaksanakan adalah pengembangan dan peningkatan mutu layanan kepada anak-anak berkebutuhan khsus melalui seluruh SLB di Bali, mengembangkan layanan pendidikan inklusif pada sekolah-sekolah reguler, melatih guru pembimbing khusus (GPK) yang berasal guru SLB, dan Pemerintah Provinsi Bali menerbitkan Surat Edaran Nomor 421/16251/Disdikpora tanggal 22 Oktober tentang Layanan Pendidikan Inklusif Provinsi Bali,” katanya.

Sementara itu sosialisasi telah dilaksanakan di Kantor Gubernur Bali (3/11) yang dihadiri pimpinan DPRD Provinsi dan kabupaten/kota se-Bali, Ketua MUDP dan MMDP, PHDI Provinsi Bali, Perguruan Tinggi se-Bali, pengurus PGRI Provinsi dan kabupaten/kota se-Bali, serta kepala sekolah dan guru penyelenggara pendidikan inklusif, serta berbagai pihak lainnya.

Ditambahkan, sampai saat ini sekolah reguler di Bali yang sudah melaksanakan pendidikan inklusif sebanyak 90 sekolah, terdiri dari 39 SD, 28 SMP, 13 SMA, dan 10 SMK. Jumlah ABK yang mengikuti pendidikan di sekolah reguler sebanyak 1.032 siswa, terdiri atas 517 siswa SD, 333 siswa SMP, 92 siswa SMA, dan 90 siswa SMK. Jumlah GPK di Provinsi Bali yang sudah mengikuti pelatihan tercacat sebanyak 103 GPK

Other Photo(s) :
Log in or register to post comments

Fatal error: Class CToolsCssCache contains 1 abstract method and must therefore be declared abstract or implement the remaining methods (DrupalCacheInterface::__construct) in /home/smkn3d33/public_html/sites/all/modules/ctools/includes/css-cache.inc on line 52